Sarang Madu Palsu Terbongkar Rahasianya!

Sarang madu atau madu sarang adalah produk madu yang di jual dalam kondisi masih dengan sarang lebahnya. Jenis penjualan madu seperti sering disebut sebagai salah satu cara terbaik untuk mendapatkan madu asli yang benar-benar tidak di campur atau di oplos dengan bahan-bahan lain seperti cairan gula.

Namun pertanyaannya sekarang adalah, apakah benar dengan membeli madu sarang anda akan benar-benar mendapatkan madu yang berkualitas asli? ternyata jawabannya adalah hal tersebut tidak dapat menjamin 100 persen.

Fakta tersebut telah dibongkar oleh salah satu situs rekomendasi produk BicaraProduk dalam sebuah tulisan artikel yang berisi tentang berbagai ciri-ciri dan cara membedakan madu sarang palsu dengan yang palsu. Dan hal ini sebenarnya sangat penting untuk diketahui oleh semua orang yang sering berbelanja madu agar nantinya mereka dapat lebih berhati-hati dalam membeli madu.

Perbedaan madu sarang palsu dengan yang asli

perbedaan sarang madu palsu
sumber: bicaraproduk.com

Pada artikel tersebut dijelaskan tentang cara membedakan antara madu sarang atau sarang madu asli dengan madu sarang buatan. Dan letak perbedaan tersebut adalah pada sarang lebah itu sendiri.

Maksudnya begini, pada sarang lebah kan terdiri dari lubang-lubang yang berisi madu, karena pada lubang-lubang tersebutlah lebah menyimpan madu dan setelah setiap lubang sudah penuh, kemudian lebah akan menutupnya kembali dengan zat tertentu yang biasanya sejenis propolis yang berasal dari getah tumbuhan-tumbuhan.

Jadi intinya, madu sarang yang asli, seharusnya pada lubang-lubang tersebut selalu dalam kondisi tertutup secara alami dan proses penutupan ini dilakukan oleh lebah. Dan hal ini yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.

Jadi ketika anda membeli madu sarang yang katanya asli, namun setelah anda lihat lubang-lubang pada sarangnya tidak tertutup, maka kemungkinan besar madu sarang tersebut adalah palsu.

Modus pemalsuan madu sarang

Untuk membuat madu sarang palsu, pelaku tetap menggunakan sarang lebah asli yang kosong, yang kemudian di isi dengan madu hasil oplosan atau madu campuran.

Atau bisa juga, peternak lebah yang melakukan pemanenan lebih dini ketika sarang lebah masih dalam kondisi kosong, dan kemudian mengisinya sendiri dengan madu campuran.

Kesimpulannya adalah, memang tidak harus membeli madu sarang yang harus seluruh sarang masih dalam kondisi tertutup, akan tetapi pastikan setengah atau sebagian besarnya masih tertutupi karena hal tersebut sebagai indikasi segel alami dari lebah.

Memang, di Indonesia banyak penjual madu yang jujur dan amanah dalam berjualan, tapi tidak bisa juga kita pungkiri bahwa banyak juga penjual madu yang nakal yang hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memperdulikan efek buruk terhadap pembeli yang mengkonsumsi madu yang mereka jual.

 

Sumber: https://bicaraproduk.com/ciri-sarang-madu-palsu/