Inilah Adab-Adab Mencium Hajar Aswad

Setiap kaum muslimin pasti memiliki keinginan besar untuk menjalankan salah satu rukun islam yang ke-5 yaitu ibadah Haji ke Baitullah.

Apabila Allah telah memanggil anda untuk berhaji maupun umroh, berikut ini beberapa adab yang harus menjadi perhatian bagi kita yang hendak menjalankan sunnah dalam Ibadah Haji dan Umroh, yaitu mencium hajar aswad.

Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut tenggara Ka’bah, di mana Tawaf bermula. Hajar Aswad adalah jenis baru rubi yang Allah Ta’ala turunkan dari Syurga melalui Malaikat Jibril.

Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang dikumpulkan dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu licin, karena terus dicium, diusap oleh jutaan, bahkan milyaran orang, sejak Nabi Adam alayhi salam, para jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji dan untuk tujuan umrah.

Perjalanan Haji anda begitu penting, bila anda memilih menggunakan layanan Haji Furoda tentunya waktu tunggu akan lebih singkat, dan lama anda berada di Makkah maupun Madinah juga akan lebih singkat bila dibandingkan dengan program haji reguler.

Berikut ini beberapa adab yang perlu anda perhatikan ketika akan mencium Hajar Aswad.

1. Berkeyakinan bahwa Hajar Aswad tidak bisa memberikan manfaat maupun madharat serta tidak punya kemampuan tertentu.

Hajar aswad adalah batu yang dicium karena kita mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umar bin Khattab radiyallahu anhu pernah berkata,

Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu. (HR. Muslim no 1270).

2. Tidak menyakiti orang lain ketika hendak mencium Hajar Aswad

Mencium aswad adalah sunnah, sementara tidak menyakiti orang lain adalah wajib. Kami mendapati sesetengah orang Islam yang ingin mencium aswad yang mana dia menegaskan untuk menolak dan mencederakan saudaranya. Jika ya, tidak perlu bersikeras melaksanakan sunnah mencium aswad. Cari masa lapang, masa lapang dan izinkan mencium aswad tanpa mennyakiti saudaranya.

Ingatlah bahwa kita datang untuk beribadah di samping Ka’bah yang mulia, tanpa mencari dosa, apalagi dosa kepada saudara-saudaranya, itu tidak akan dihapus kecuali kita meminta maaf dan akan bertanggung jawab pada Hari Pengadilan.

3. Jangan pernah mempekerjakan orang (pengawal) untuk melindungi Anda sehingga Anda dapat mencium Hajar Aswad, karena mereka kasar dan akan melukai orang lain di sekitar Kabah

Di sekitar Ka’bah, Anda dapat menemukan orang-orang (biasanya tinggi) yang menawarkan layanan untuk mendorong dan melindungi Anda, sehingga Anda dapat mencium hajar aswad dengan membayar beberapa riyal Saudi. Jangan pernah menggunakan layanan mereka, karena mereka umumnya kasar dan mungkin membenarkan segala cara dengan tujuan agar kliennya yaitu Anda dapat mencium hajar aswad bahkan dengan merugikan orang lain. Jika demikian, Anda berperan dalam melakukan kezaliman dengan orang lain.

4. Jangan memotong aliran tawaf secara lurus, tetapi ikuti aliran tawaf perlahan menghampiri hajar aswad

Karena orang yang melakukan tawaf akan terganggu jika kita memotong aliran tawaf mereka. Terutama ketika sedang ramai di dekat Ka’bah, bisa membuat orang yang melakukan tawaf tidak khidmat, karena tawaf itu seperti sholat.

Rasulullah Shalalallahu alayhi wasalah bersabda;

Thawaf di Ka’bah seperti shalat, namun Allah masih membolehkan berbicara saat itu. Barangsiapa yang berbicara ketika thawaf, maka janganlah ia berkata selain berkata yang benar.” (HR. Ad Darimi no. 1847 dan Ibnu Hibban no. 3836)

5. Jika anda dapat mencium Hajar Aswad, janganlah anda terlalu lama, karena banyak orang yang menunggu di belakang anda

Terlalu lama untuk mencium Anda juga akan dimarahi oleh petugas (Ashkar). Anda harus memperhatikan saudara lainnya, karena apa yang Anda inginkan juga diinginkan oleh saudara Anda.

6. Jika Anda telah berhasil mencium Hajar Aswad, janganlah memamerkan dan memberi tahu banyak orang karena ini adalah ibadah, jangan biarkan tumbuh sifat riya, karena bisa menghapus pahala ibadah anda nantinya.

Hukum asal ibadah itu harus disembunyikan, tidak boleh dibanggakan dan sombong dengan memberitahu banyak orang apalagi sampai menyiarkannya di media sosial. Cobalah sekuat tenaga sembunyikan segala amal kebaikan kita jangan sampai diketahui orang ramai.

Sebagaimana Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka menyembunyikan amalnya. (HR Muslim)

7. Bagi wanita untuk lebih berhati-hati jika ingin mencium apalagi jika kondisinya berdesak-desakan

Dianjurkan untuk tidak mencoba mencium Hajar Aswad karena kehormatan wanita lebih utama jika mereka harus berdesakan dengan pria. Ikhlaskan segala amal perbuatan anda dan beramallah semampu anda.

Kami doakan agar kita semua dapat menunaikan ibadah haji dan menjalankan segala rukunnya dengan sempurna sehingga meraih haji yang mabrur.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *